Kebijakan Tapera dinilai belum menyentuh akar persoalan, karena hambatan pemenuhan kebutuhan hunian tidak hanya berasal dari sisi penawaran. Bahkan jika backlog dapat dipenuhi, daya beli masyarakat tetap menjadi kendala utama. Selain itu, kekhawatiran publik terhadap transparansi dan tata kelola lembaga pemerintah—seperti yang terjadi pada kasus Asabri dan Jiwasraya—menambah keraguan terhadap efektivitas skema Tapera. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih inklusif dan berbasis nilai sosial, salah satunya melalui gagasan Wakaf Perumahan Rakyat (Wapera).
Jika dibandingkan dengan zakat, wakaf memang belum sepopuler instrumen filantropi lainnya. Banyak masyarakat yang masih belum memahami perbedaan antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Secara hukum, zakat bersifat wajib, sementara infak, sedekah, dan wakaf bersifat sunnah. Infak merujuk pada pemberian harta atau materi, sedangkan sedekah mencakup pemberian materi maupun non-materi seperti tenaga, pikiran, atau bahkan senyuman. Wakaf, menurut Syihabuddin (2018), adalah tindakan menahan harta untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik dalam jangka waktu tertentu maupun selamanya.
Objek wakaf yang paling umum adalah tanah, karena sifatnya yang kekal dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Menurut data Kementerian Agama, distribusi tanah wakaf di Indonesia mencakup 71% untuk rumah ibadah, 14,87% untuk fasilitas pendidikan, dan 4,35% untuk pemakaman. Meskipun wakaf tanah mendominasi, skema wakaf juga memungkinkan wakif untuk mewakafkan tanahnya dalam jangka waktu terbatas, seperti dua tahun, atau secara permanen. Terdapat 5 unsur wakaf yakni wakif (orang yang berwakaf), al-mauquf (harta yang diwakafkan), al-mauquf alaih (penerima manfaat wakaf), nazir (pengelola harta wakaf) dan terakhir adalah ikrar baik lisan maupun tulisan (Bariyah, 2016).
Selain tanah, ada satu harta wakaf yang belum terkapitalisasi dengan maksimal yakni uang. Bayangkan jika 200 juta Muslim di Indonesia berwakaf Rp1.000,- saja, ini akan menghasilkan Rp200 Miliar. Studi lain bahkan mengklaim potensi wakaf uang mencapai Rp180 Triliun per tahun (KNEKS, 2022). Wakaf berpotensi mengurai masalah sosial seperti pengangguran, kesempatan kerja hingga kesenjangan ekonomi. Meniru skema dan kesuksesan Cash Waqf Linked Sukuk yang masuk kedalam Surat Berharga Syariah Nasional. Wakaf Perumahan rakyat dapat menjadi pool fund untuk membiayai hunian layak terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Wakif dapat menyumbangkan wakafnya secara sukarela dan semampu mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing. Manfaat dari Wapera tidak hanya terbatas pada penyediaan hunian, tetapi juga berpotensi untuk mendukung program pemberdayaan sosial lainnya.
Melalui pendekatan syariah yang menekankan kebermanfaatan, skema Wapera berpotensi menghadirkan hunian lebih terjangkau dibandingkan KPR konvensional maupun syariah. Keterjangkauan ini krusial untuk memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong permintaan. Studi Fakhrurozi et al. (2021) menunjukkan bahwa dukungan LKS-PWU turut memperkuat ekosistem wakaf uang dalam pembiayaan sosial. Namun, hunian layak tidak cukup hanya berupa bangunan; akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan transportasi harus menjadi bagian dari perencanaan. Sebab rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan fondasi kehidupan bermartabat.
Oleh: Aditya Pratama & Risna Triandhari
Kutip artikel ini:
Pramata, Aditya & Triandhari, Risna. (4 Agustus 2025). Wapera, Bukan Tapera: Inovasi Skema Wakaf untuk Perumahan Adil dan Terjangkau: https://wacids.org/detailopini/75/2025-08-04/Wapera%2C-Bukan-Tapera%3A-Inovasi-Skema-Wakaf-untuk-Perumahan-Adil-dan-Terjangkau
Referensi
Bariyah, N. O. N. (2016). Dinamika Aspek Hukum Zakat dan Wakaf di Indonesia. AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 16(2), 197–212. https://doi.org/10.15408/ajis.v16i2.4450
Fakhrurozi, M., Warsiyah, W., Saputeri, N. P., & Pratama, A. (2021). Cash Waqf: An Innovation in Mobilizing the Potential of Waqf. Proceedings of the 2nd Borobudur International Symposium on Humanities and Social Sciences, 3–8. https://doi.org/10.4108/eai.18-11-2020.2311706
Kementerian Agama Republik Indonesia. (n.d.). Data tanah wakaf. https://siwak.kemenag.go.id/siwak/index.php
KNEKS. (2022). Business Process Re-engineering Wakaf Uang. In Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) (Issue 2020). https://www.bwi.go.id/7443/2021/11/04/update-daftar-
Syihabuddin, A. (2018). Etika Distribusi Dalam Ekonomi Islam. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 20(1), 77–103. https://doi.org/10.15642/alqanun.2017.20.1.77-103
Wakaf, D. P. Z. dan, & Masyarakat, D. J. B. I. (n.d.). Data Tanah Wakaf. https://siwak.kemenag.go.id/siwak/index.php
Di kesehаriаn, kitа kerар kаli tenggelаm ԁаlаm hiruk-рikuk ԁuniа yаng serbа mаteriаlistis. Nаmun, рernаhkаh terlintаs bаhwа аԁа саrа lаin untuk menginvestаsikаn hаrtа yаng memberikаn keuntungаn tаk hаnyа ԁi ԁuniа, tetарi jugа ԁi аkhirаt? Mаri telusuri аlаsаn-аlаsаn ԁi bаlik keаjаibаn berwаkаf yаng mungkin ԁi luаr nаlаr ԁаn tiԁаk terԁugа ini!
Dаri ‘Utsmаn bin ‘Affаn R.а beliаu berkаtа: Sungguh аku рernаh menԁengаr Rаsulullаh Sаw. bersаbԁа: مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى – قَالَ بُكَيْرٌ: حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ: يَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ – بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا “Bаrаngsiара yаng membаngun mаsjiԁ kаrenа Allаh Tа’аlа (menghаrарkаn wаjаh-Nyа) mаkа Allаh аkаn membаngunkаn bаginyа rumаh (istаnа) ԁi Surgа” (H.R Al-Bukhаri (1/172, no. 439) ԁаn Muslim (no. 533)). Wаkаf Anԁа ԁараt membukа рintu surgа sehinggа mengаntаrkаn Anԁа menuju kebаhаgiааn аbаԁi.
Wаrisаn hаrtа benԁа bisа hаbis termаkаn usiа, nаmun hаrtа yаng ԁiwаkаfkаn menjelmа menjаԁi раhаlа yаng tаk lekаng oleh wаktu. Pаhаlа tersebut tаk hаnyа mengаlir ԁi ԁuniа, melаmраui bаtаs logikа mаnusiа, menemаni рerjаlаnаn jiwа ԁi аlаm bаrzаkh sаmраi аkhirаt. Di ԁuniа, nаmа Anԁа аkаn ԁikenаng sebаgаi рembаwа kebаikаn, ԁirinԁukаn oleh merekа yаng terbаntu oleh wаkаf Anԁа.
Hiԁuр tаk hаnyа tentаng mengejаr hаrtа ԁаn kesenаngаn sesааt. Wаkаf mengаjаk kitа merenungkаn mаknа hiԁuр yаng lebih tinggi, yаitu memberi mаnfааt bаgi sesаmа ԁаn menԁekаtkаn ԁiri keраԁа Allаh Swt. Wаkаf menjаԁi jаlаn menuju рenсerаhаn jiwа ԁаn ketenаngаn hаti.
Wаkаf membukа рintu keberkаhаn yаng tаk terԁugа. Jаlаn hiԁuр ԁimuԁаhkаn, rezeki ԁiluаskаn, ԁаn hаti ԁiliрuti ketenаngаn. Wаkаf menjаԁi kunсi рembukа kebаhаgiааn ԁаn kesuksesаn ԁi ԁuniа ԁаn аkhirаt.
Bаyаngkаn menаnаm рohon kehiԁuраn melаlui wаkаf. Pohon ini menghаsilkаn buаh kebаikаn, seрerti рenԁiԁikаn, kesehаtаn, ԁаn kesejаhterааn. Seраnjаng sejаrаh, wаkаf telаh mengukir kisаh-kisаh insрirаtif. Mаsjiԁ-mаsjiԁ megаh, rumаh sаkit yаng menyelаmаtkаn nyаwа, ԁаn sekolаh yаng menсerԁаskаn generаsi bаngsа, semuа berаwаl ԁаri wаkаf. Anԁа menjаԁi bаgiаn ԁаri sejаrаh kebаikаn itu, menorehkаn tintа emаs ԁаlаm рerаԁаbаn mаnusiа. Wаkаf Anԁа menjаԁi sumber kehiԁuраn bаgi generаsi рenerus, bаhkаn menjаngkаu merekа yаng belum lаhir.
Memberi ԁаn membаntu sesаmа аԁаlаh sumber kebаhаgiааn sejаti. Bаyаngkаn, senyumаn аnаk yаtim yаng terbаntu wаkаf Anԁа, tаwа bаhаgiа раrа рenerimа mаnfааt, ԁаn rаsа syukur yаng meluар ԁi hаti. Karena itu wаkаf menghаԁirkаn kebаhаgiааn sejаti bаgi рemberi ԁаn рenerimаnyа.
Kekuаtаn kolektif ԁаri wаkаf mаmрu menggerаkkаn рerubаhаn besаr. Jikа jutааn orаng berwаkаf, ԁuniа аkаn ԁibаnjiri kebаikаn. Kemiskinаn terаtаsi, рenԁiԁikаn merаtа, kesehаtаn terjаmin, ԁаn keаԁilаn ԁitegаkkаn. Wаkаf menjаԁi kekuаtаn untuk mengubаh ԁuniа menjаԁi lebih bаik lаgi.
Dengаn berwаkаf, Anԁа menunjukkаn telаԁаn muliа bаgi generаsi рenerus. Merekа terinsрirаsi untuk mengikuti jejаk Anԁа sehinggа menjаԁikаn wаkаf sebаgаi bаgiаn ԁаri gаyа hiԁuр mereka, ԁаn menyebаrkаn kebаikаn keраԁа seluruh ԁuniа.
Alаsаn-аlаsаn tersebut mungkin tаk terԁugа, nаmun wаkаf аԁаlаh keаjаibаn yаng nyаtа. Dengаn berwаkаf, kitа tаk hаnyа menorehkаn jejаk kebаikаn ԁаlаm sejаrаh, tetарi jugа membаngun wаrisаn аbаԁi yаng аkаn terus mengаlirkаn раhаlа ԁаn keberkаhаn untuk kitа ԁаn generаsi-generаsi menԁаtаng.
Oleh: Citra Permata dan Faizatu Almas Hadyantari
Kutip artikel ini:
Permata, C., & Hadyantari, F.A. (10 Juli 2025). Keajaiban Wakaf: Melampaui Materialisme, Menjemput Warisan Abadi: https://wacids.org/detailopini/74/2025-07-10/Keajaiban-Wakaf%3A-Melampaui-Materialisme%2C-Menjemput-Warisan-Abadi
Berwakaf buku merupakan salah satu cara untuk memperkuat pemahaman dan keilmuan generasi penerus melalui penyediaan buku-buku yang mengandung nilai-nilai ilmu bermanfaat bagi para pembacanya. Saat ini, banyak individu yang memiliki kepedulian sosial tinggi atau berjiwa concern for others, dengan mewakafkan buku pelajaran ke pesantren, sekolah, komunitas, hingga yayasan. Di sisi lain, kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di sekolah inklusi masih sangat minim. Sekolah inklusi adalah sekolah yang diperuntukan untuk anak-anak berkebutuhan khusus agar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Sekolah inklusi adalah institusi pendidikan yang membuka akses bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan siswa reguler. Di sekolah ini, sistem pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar kebutuhan kedua kelompok siswa—anak berkebutuhan khusus dan anak reguler—dapat terpenuhi secara adil. Anak berkebutuhan khusus tetap memperoleh materi pelajaran melalui metode dan media yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk penyediaan buku pembelajaran dan alat tulis khusus (ATK).
Keberadaan sekolah inklusi membawa banyak manfaat, antara lain: memberikan hak dan kewajiban belajar secara setara, menciptakan lingkungan yang tidak diskriminatif, serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak berkebutuhan khusus dengan teman-teman sebayanya. Salah satu sekolah yang telah menerapkan sistem inklusi adalah MI Alam Al-Aly Sukomoro di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Namun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah inklusi di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu kendala utamanya adalah keterbatasan fasilitas, terutama dalam hal ketersediaan buku literasi. Misalnya, sangat terbatasnya buku-buku braille bagi siswa tunanetra. Anak-anak dengan keterbatasan ini tidak dapat membaca buku bacaan umum, sementara ketersediaan buku braille masih sangat minim dan sulit ditemukan. Begitu pula dengan buku-buku khusus bagi anak-anak dengan gangguan belajar spesifik (disabilitas belajar), yang juga sulit diakses.
Padahal, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki keinginan belajar yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar terhadap isi suatu buku. Menyikapi kondisi ini, salah satu guru kelas inklusi di MI Alam Al-Aly Sukomoro, Binti Khoirun N, S.Pd., menggagas gerakan bertema "Wakaf Buku Inklusi". Gerakan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis literasi inklusi. Inisiatif ini mulai dijalankan sejak Juni 2024, bekerja sama dengan berbagai komunitas penggiat literasi di wilayah Nganjuk.
Sumber: Dokumentasi Kelas Inklusi MI Alam Al-Aly Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur
Melalui gerakan wakaf buku, diharapkan tumbuh rasa kepedulian terhadap sesama atau concern for others, khususnya dalam mendukung literasi anak-anak berkebutuhan khusus. Buku yang diwakafkan tidak terbatas hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa penyandang disabilitas. Jenis buku yang bisa diwakafkan meliputi buku bacaan keagamaan, buku sastra, buku braille, buku pendamping modul pembelajaran, hingga buku pengenalan huruf dan angka.
Gerakan ini juga dapat membantu orang tua yang belum mampu menyediakan buku literasi di rumah untuk anak-anak mereka. Ibu Binti berharap, gerakan Wakaf Buku Inklusi tidak hanya berkembang di Kabupaten Nganjuk, tetapi juga menyebar ke seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Oleh : Binti Khoirun Nisak dan Yan Putra Timur
Kutip artikel ini:
Nisak, B.K., & Timur, Y.P. (20 Juni 2025). Wakaf Buku untuk Anak-Anak Inklusi: Manifestasi Nilai Concern for Others: https://wacids.org/detailopini/73/2025-06-20/Wakaf-Buku-untuk-Anak-Anak-Inklusi%3A-Manifestasi-Nilai-Concern-for-Others
DAFTAR PUSTAKA
Sukadari. 2019. Model Pendidikan Inklusi Dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Kanwa Publisher
Rokhim, Abdul. 2021. Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Di Sekolah Dasar Negeri Jakarta. Volume, 39(1), 27.
Perkembangan wakaf dan tantangan dalam edukasi dan literasi wakaf telah mendorong lahirnya inovasi bernama WaPNav (Wakaf Produktif Navigation) yaitu sebuah platform berbasis peta interaktif yang dikembangkan untuk memperkenalkan persebaran wakaf produktif di Indonesia secara visual dan informatif. Inisiatif ini terinspirasi dari pandangan Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, yang menyampaikan pentingnya pendekatan edukasi wakaf yang memanfaatkan teknologi informasi. Dukungan serupa juga datang dari Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Nuh, yang menekankan pentingnya kebermanfaatan wakaf dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan (BWI, 2019; Al Machmudi, 2024).
Menurut data BPS (2022), lebih dari 86% masyarakat Indonesia telah memiliki telepon seluler, dan sekitar 66% telah terhubung dengan internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah akrab dengan teknologi digital, sehingga pemanfaatan platform seperti WaPNav sangat relevan dan menjanjikan.
Berdasarkan hasil kalkulasi penulis, jumlah penduduk Indonesia yang memiliki atau menguasai telepon seluler mengalami peningkatan sebesar 28,77 persen. Selain itu, penggunaan internet dan perangkat digital yang semakin masif membuka peluang besar dalam pengembangan media literasi yang inovatif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Salah satu teknologi yang dinilai efektif dalam mendukung literasi digital adalah ArcGIS StoryMaps. Platform ini terbukti mampu memvisualisasikan informasi secara menarik, informatif, dan interaktif. Kemudahan akses serta tampilannya yang atraktif menjadikan ArcGIS StoryMaps banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kebencanaan, dan sosial. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ini untuk menumbuhkan kesadaran berwakaf dinilai tepat dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Berangkat dari latar belakang tersebut, penulis menggagas inovasi berupa Wakaf Produktif Navigation (WaPNav) yaitu sebuah platform berbasis WebGIS menggunakan ArcGIS StoryMaps yang bertujuan untuk menampilkan persebaran wakaf produktif di Indonesia secara visual sekaligus meningkatkan kesadaran berwakaf di kalangan masyarakat.
WaPNav merupakan akronim dari Wakaf Produktif Navigation, yang secara harfiah berarti navigasi wakaf produktif berdasarkan lokasi. Nama ini mencerminkan gagasan utama penulis: mengintegrasikan website literasi dengan peta interaktif agar informasi seputar wakaf menjadi lebih mudah dipahami dan diakses. WaPNav memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
Terdapat dua tampilan utama dalam platform WaPNav, yaitu:
Dengan memanfaatkan data spasial yang terintegrasi, masyarakat dapat mengetahui secara langsung lokasi dan perkembangan wakaf produktif di Indonesia. Diharapkan, hal ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat. Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam wakaf, maka semakin besar pula potensi wakaf sebagai sumber kesejahteraan dan upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
Oleh : Nur Humaidah Sakir & Iskandar Iskandar
Kutip artikel ini: Sakir, N,H,. & Iskandar, I. (31 Mei 2025). Wakaf Produktif Navigation (WaPNav): Literasi Wakaf Digital di Era Teknologi: https://wacids.org/detailopini/72/2025-05-31/Wakaf-Produktif-Navigation-%28WaPNav%29%3A-Literasi-Wakaf-Digital-di-Era-Teknologi
Referensi:
BPS. (2022). STATISTIK TELEKOMUNIKASI INDONESIA. DKI Jakarta: Badan Pusat Statistik
BWI. (2019). Wakaf Produktif Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Badan Wakaf Indonesia Available at: https://www.bwi.go.id/3983/2019/11/08/wakaf-produktif-bisa-tingkatkan-kesejahteraan-masyarakat/ [Accessed 26 Jul. 2024].
Al Machmudi, M, I,. (2024). Indonesia Punya Potensi Wakaf Besar namun Literasi Masih Rendah. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/ekonomi/642288/indonesia-punya-potensi-wakaf-besar-namun-literasi-masih-rendah
Wakaf didasari dengan sumber hukum yang lengkap, yaitu Al-Qur'an, hadits, dan kesepakatan (ijma’) para ulama. Walaupun dalam Al-Qur'an wakaf tidak dijelaskan secara jelas, karena itu ulama menerangkan konsep wakaf dengan dasar sebagai infaq fi sabilillah. Di Indonesia masyarakat muslim sudah melaksanakan wakaf bahkan sebelum Indonesia merdeka, karena itu pemerintah Indonesia menetapkan undang-undang yang mengatur tentang wakaf yaitu undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf (Badan Wakaf Indonesia, 2019).
Keberadaan teknologi pada upaya wakaf seperti pada platform e-commerce, dengan platform ini menciptakan inovasi baru dan kemudahan dalam berwakaf. Hadir program-program wakaf, salah satunya adalah wakaf sumur dompet dhuafa yang dilakukan secara kolektif, hal ini menciptakan kondisi anak muda pun bisa ikut berpartisipasi dan juga masyarakat tidak perlu menunggu kaya untuk berwakaf. Oleh karena itu berwakaf kini sangat fleksibel, bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.
Wakaf melalui platform e-commerce sebagai produk dari perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi para calon wakif untuk berwakaf (Sari & Raharjo, 2023). Kemudahan tersebut memberikan banyak manfaat dengan dampak positif, yaitu memberikan kesempatan bagi setiap kalangan untuk dapat melakukan salah satu amalan jariyah yang insya allah menyucikan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Wakaf memberi manfaat tidak hanya untuk akhirat saja, namun berdampak bagi kemanusian melalui potensi dalam mengentaskan kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga membantu terciptanya pembangunan berkelanjutan. Dana wakaf yang dikelola dapat disalurkan ke banyak sektor industri, seperti industri pertanian, peternakan, perikanan, industri alat kesehatan, industri manufaktur, dan industri UMKM lainnya yang memenuhi prinsip syariah dan melakukan praktik usaha berkelanjutan (Amanatillah, 2021; Syamsudin & Bahrudin, 2022).
Semakin berkembang dan meratanya distribusi aset wakaf yang optimal, maka berdampak pada potensi menurunkan biaya penyediaan fasilitas umum serta mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Lembaga-lembaga pengelola wakaf menaruh harapan besar terhadap keberlangsungan program-program edukatif yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai wakaf. Di samping itu, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan wakaf masih harus d itingkatkan guna mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang berdampak positif secara luas dan berkelanjutan.
Oleh: Rizki Fadlillah, Fathimah Salsabila Annajah, dan Faizatu Almas Hadyantari
Kutip Artikel ini:
Fadhilah, R., Annajah, F., S., & Hadyantari, F.A. (17 Mei 2025). Wakaf: Dari Manusia Untuk Kemanusiaan: https://wacids.org/detailopini/71/2025-05-17/Wakaf%3A-Dari-Manusia-untuk-Kemanusiaan
Referensi:
Amanatillah, D. (2021). Potensi Pengembangan Sukuk Berbasis Wakaf Untuk Pengembangan Infrastruktur di Indonesia. SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies, 2(2), 129-145.
Badan Wakaf Indonesia, BWI.go.id. (2019, August 23). Dasar hukum wakaf - Badan Wakaf Indonesia | BWI.go.id. https://www.bwi.go.id/dasar-hukum-wakaf/
Sari, S. M., & Raharja, M. C. (2023). Inovasi Platform E-Commerce dalam Pengumpulan Zakat dan Wakaf: Meningkatkan Aksesibilitas, Transparansi, dan Efisiensi dalam Penggalangan Dana Sosial. Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf, 4(2), 158-169.
Syamsuri, S., & Bahrudin, B. (2022). Pengelolaan Wakaf Produktif Dalam Bentuk Usaha Perikanan di Pondok Tidar Kota Magelang. Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD), 2(1). https://doi.org/10.21154/joipad.v2i1.4688
Wakaf adalah sebuah instrumen keuangan sosial Islam yang berpotensi besar untuk dikembangkan dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Wakaf tidak hanya sebagai amalan jariyah semata, melainkan juga sebagai solusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat dan investasi akhirat yang berkelanjutan.
Salah satu bentuk wakaf yang dapat dijadikan sebagai instrumen pemberdayaan umat adalah wakaf produktif. Wakaf produktif merupakan sebuah konsep wakaf yang dikelola secara aktif guna menghasilkan manfaat ekonomi. Contoh aset wakaf produktif dapat berupa tanah, bangunan, ataupun uang. Pengelolaan wakaf produktif dapat menjadi sebuah kekuatan modal investasi jangka panjang untuk membangun berbagai fasilitas umum yang diperlukan oleh masyarakat, di antaranya seperti sekolah dan rumah sakit.
Beberapa bentuk konkret dari kebermanfaatan wakaf produktif antara lain, program dari Dompet Dhuafa berupa pembangunan Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu (RST) di Parung, Bogor yang memberikan layanan kesehatan gratis untuk dhuafa. Wakaf yang didirikan oleh Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta memberikan kesempatan akses pendidikan berkualitas dengan bentuk beasiswa bagi mahasiswa yang terkendala masalah ekonomi.
Keberadaan wakaf produktif dapat membuka lapangan kerja baru sehingga dapat mengakselerasi perputaran ekonomi. Selain itu, pengelolaan wakaf produktif juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang menjadi faktor dan peran kunci dalam pemberdayaan ekonomi dan pembentukan SDM unggul.
Aspek menarik lain dari wakaf produktif adalah keberadaan perolehan pahala berkelanjutan bagi wakif. Adapun pahala dari wakaf tidak akan pernah berhenti dan akan terus mengalir selama manfaat daripada wakaf tersebut masih dirasakan oleh orang lain. Keutamaan daripada wakaf ini juga terdapat dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi, “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.” Ini juga menjadi sebuah bukti bahwa wakaf memiliki peranan penting dalam konteks spiritual dan sosial.
Dengan demikian, dapat kita pahami bersama bahwasannya pengamalan wakaf produktif memiliki tujuan dan peran penting dalam proses pemberdayaan ekonomi umat dan investasi jangka panjang akhirat. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing, sebab setiap amal baik sekecil apapun dapat memberikan dampak yang signifikan bagi sesama. Masing-masing individu diharapkan untuk bisa meningkatkan kesadaran dan partisipasinya dalam wakaf produktif, karena melalui wakaf produktif, kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.
Oleh: Bondan Tri Atmaja & Yan Putra Timur
Kutip artikel ini:
Atmaja, B.T., & Timur, Y.P. (29 April 2025). Wakaf Produktif: Memberdayakan Ekonomi Umat untuk Investasi Akhirat: https://wacids.org/detailopini/70/2025-04-29/Wakaf-Produktif%3A-Memberdayakan-Ekonomi-Umat-untuk-Investasi-Akhirat
Referensi:
Masriyah, Siti. “Peran Wakaf Produktif Dalam Kesejahteraan Masyarakat.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 10, no. 1 (2024): 627. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i1.12064.
Sahidin, Amir. “Pendayagunaan Zakat Dan Wakaf Untuk Mencapai Maqashid Al-Syari’ah.” Al-Awqaf: Jurnal Wakaf Dan Ekonomi Islam 14, no. 2 (2022): 97–106. https://doi.org/10.47411/al-awqaf.vol14iss2.148.
Sundari, Siti. “Wakaf Produktif Sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Menuju Pembangunan Berkelanjutan Di Era 4.0.” La Zhulma| Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam 2, no. 1 (2023): 57–68. http://journal.iaitasik.ac.id/index.php/LaZhulma/article/download/117/83.
WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Menurut laporan terbaru We Are Social, WhatsApp menjadi aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia pada Januari 2024. Dari seluruh pengguna internet di Indonesia yang berusia 16 - 64 tahun, mayoritas atau 90,9%-nya tercatat memakai aplikasi tersebut. Hal tersebut tentu menjadi peluang besar untuk dapat dimanfaatkan sebagai media pendekatan wakaf kepada masyarakat. Salah satu fitur WhatsApp yang dapat digunakan untuk memudahkan kegiatan wakaf adalah bot WhatsApp.
Masyarakat era digital cenderung menyukai kegiatan yang mudah, cepat dan praktis. Dengan adanya bot WhatsApp kecenderungan tersebut akan terpenuhi. Bot WhatsApp dapat menjadi solusi pendekatan wakaf kepada masyarakat. Bot WhatsApp merupakan salah satu fitur aplikasi WhatsApp yang dapat didesain sesuai kebutuhan. Bot WhatsApp yang mempunyai fungsi percakapan dengan pengguna dapat memberikan informasi sesuai kebutuhan pengguna. Hal tersebut tentu dapat menjadi sarana literasi dan juga media transaksi kegiatan wakaf.
Penggunaan bot WhatsApp dalam kegiatan sosial telah diterapkan oleh Amil Rumah Amal Salman. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi informasi yang mengubah kebiasaan masyarakat dalam membayar zakat, infak, dan melakukan berbagai kegiatan kebaikan lainnya. Berdasarkan data statistik dari Rumah Amal Salman pada tahun 2022, hanya 5,62% transaksi zakat, infak, dan kebaikan lainnya yang dilakukan secara tunai dari total keseluruhan transaksi. Persentase ini menunjukkan penurunan sebesar 1,27% dibandingkan dengan pembayaran tunai pada tahun sebelumnya. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, tren pembayaran tunai di Rumah Amal Salman terus menurun secara signifikan. Mayoritas transaksi kini dilakukan secara non-tunai melalui berbagai platform, seperti situs web, aplikasi seluler, pemindaian QRIS, dan transfer bank. Di antara berbagai metode pembayaran tersebut, transfer bank menjadi platform yang paling banyak digunakan. Setelah melakukan transfer, donatur biasanya mengonfirmasi pembayaran mereka melalui aplikasi WhatsApp.
Menurunnya tren pembayaran tunai dan tingginya penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi mendorong Rumah Amal Salman untuk mengembangkan bot WhatsApp sebagai aplikasi pembayaran nontunai yang lebih dekat dengan masyarakat. Bot WhatsApp ini memudahkan pengguna dalam memilih menu kebaikan, memverifikasi pembayaran, dan mengeluarkan kuitansi penerimaan dana secara otomatis. Sebagai layanan mandiri digital, bot ini dirancang untuk mendukung pembayaran zakat, infak, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Untuk melindungi kekayaan intelektualnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menerbitkan Surat Pencatatan Ciptaan untuk aplikasi ini, memberikan perlindungan hak cipta selama 50 tahun sejak publikasinya pada 2 November 2021.
Potensi kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh bot WhatsApp Rumah Amal Salman dapat menjadi inspirasi dalam mendekatkan konsep wakaf kepada masyarakat. Bot WhatsApp untuk wakaf dapat dirancang sesuai kebutuhan, misalnya untuk menyediakan literasi tentang wakaf, menawarkan berbagai metode pembayaran, serta menyajikan laporan pengelolaan dana wakaf. Dengan pengembangan fitur-fitur tersebut, proses wakaf akan semakin mudah diakses oleh masyarakat, sehingga manfaat wakaf dapat tersebar lebih luas sebagai upaya menciptakan kemaslahatan umat.
Oleh : Pipit Riandini & Risna Triandhari
Kutip artikel ini:
Riandini, P., Triandhari, R. (12 April 2025). Peningkatan Literasi Wakaf melalui Pemanfaatan Bot WhatsApp: https://wacids.org/detailopini/69/2025-04-12/Peningkatan-Literasi-Wakaf-melalui-Pemanfaatan-Bot-WhatsApp
Referensi:
Databoks Katadata. (2024). Ini Media Sosial Paling Banyak Digunakan di Indonesia Awal 2024. Diakses pada 28 Februari 2025, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/03/01/ini-media-sosial-paling-banyak-digunakan-di-indonesia-awal-2024
Rumah Amal Salman. (2023). Konsisten Kembangkan Layanan Melalui Bot WhatsApp, Rumah Amal Kantongi HAKI. Diakses pada 28 Februari 2025, dari https://www.rumahamal.org/news/konsisten_kembangkan_layanan_melalui_bot_whatsapp_rumah_amal_kantongi_haki.
Indonesia memiliki potensi wakaf yang luar biasa, khususnya dalam bentuk wakaf uang, dengan estimasi mencapai Rp180 triliun. Namun, realisasi yang terhimpun baru sekitar Rp2,3 triliun. Dari total 238 juta penduduk Indonesia, partisipasi masyarakat dalam berwakaf juga masih rendah, dengan hanya 6% yang telah menjadi wakif (Kemenag, 2024).
Manfaat wakaf dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan melalui potensi yang besar dengan diiringi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berwakaf. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami mengapa umat Islam perlu berkontribusi dalam wakaf, tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai investasi sosial bagi umat dan lingkungan.
Wakaf adalah salah satu bentuk implementasi ketakwaan dan kepatuhan kita terhadap perintah Allah. Islam menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan dan kesejahteraan bersama. Wakaf bukan hanya terbatas pada pembangunan masjid, madrasah, dan makam (3M), tetapi kini berkembang lebih luas, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemerataan pembangunan (Wahyu, 2023). Dengan adanya wakaf uang, setiap orang memiliki peluang untuk berkontribusi dalam berbagai proyek kebaikan tanpa harus memiliki aset besar.
Di tengah arus materialisme dan hedonisme yang semakin deras, wakaf menjadi sarana untuk menyeimbangkan kehidupan. Berwakaf dapat membantu kita menghindari pola hidup konsumtif yang berlebihan dan menumbuhkan empati, kepedulian, serta semangat gotong royong dalam masyarakat. Dengan berwakaf, kita sejatinya sedang menjalankan proyek investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi pahala yang mengalir hingga akhirat.
Secara psikologis, berbagi memberikan dampak positif bagi individu. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ashley Whillans dan timnya menunjukkan bahwa berbagi dapat meningkatkan perasaan bahagia dan kesejahteraan diri. Dengan berwakaf, kita tidak hanya memberikan manfaat kepada orang lain, tetapi juga menciptakan kebahagiaan bagi diri sendiri (Blanding, 2023).
Berdasarkan perspektif sejarah, wakaf telah terbukti menjadi solusi sosial dan ekonomi sejak zaman Khulafaur Rasyidin hingga Kesultanan Utsmaniyah. Wakaf berkontribusi dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan mengurangi kesenjangan sosial (Pusat Studi PPI Turki & International Center for Awqaf Studies, 2023).
Hal ini sejalan dengan survei IPSOS tahun 2021, yang menemukan bahwa ketakutan terbesar masyarakat dunia adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial (33%), bahkan melebihi ketakutan terhadap pandemi Covid-19 (29%). Oleh karena itu, wakaf menjadi instrumen penting dalam mendorong perputaran ekonomi yang sehat, agar kekayaan tidak hanya terakumulasi pada segelintir orang, tetapi dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak pihak.
Berwakaf bukan sekadar berbagi, tetapi menciptakan aliran kebaikan yang terus mengalir tanpa henti. Melalui wakaf, kita berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih adil dan berkelanjutan. Mari bersama-sama menjadi agen perubahan dengan menggerakkan wakaf untuk kemaslahatan umat dan lingkungan.
Oleh : Amalia Sabrina Khairunisa & Iskandar Iskandar
Kutip artikel ini:
Khairunnisa, A.S., & Iskandar, I. (17 Maret 2025). Membangun Peradaban dengan Wakaf: Dari Sejarah ke Masa Depan: https://wacids.org/detailopini/68/2025-03-17/Membangun-Peradaban-dengan-Wakaf%3A-Dari-Sejarah-ke-Masa-Depan
Referensi:
Blanding, M. (2023). Why Giving to Others Makes Us Happy. Working Knowledge, Harvard Business School.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024, 1 Juni). Potensi capai Rp180 T, Kemenag perkuat kualitas nazir dan kebijakan tata kelola wakaf uang. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/nasional/potensi-capai-rp180-t-kemenag-perkuat-kualitas-nazir-dan-kebijakan-tata-kelola-wakaf-uang-nNKZD
Pusat Studi PPI Turki & International Center for Awqaf Studies (ICAST) Unida Gontor. (2023). Jejak Peradaban Wakaf Seljuk - Ustmani (1st ed.). UMRAN PRESS.
Wahyu, A. R. M. (2023, 29 Juli). Potensi wakaf sebagai salah satu filantropi Islam di Indonesia. Institut Agama Islam Negeri Parepare. https://www.iainpare.ac.id/en/blog/opinion-5/opini-potensi-wakaf-sebagai-salah-satu-filantropi-islam-di-indonesia-2313