WaCIDS Academy 2026 Resmi Dimulai, Dorong Penguatan Kapasitas Peneliti Wakaf Indonesia

Oleh Dzuliyati Kadji, Dibuat tanggal 2026-08-23

Pertemuan perdana WaCIDS Academy 2026 pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dibuka oleh Dr. Lisa Listiana selaku Founder WaCIDS dan dipandu oleh moderator Farokhah Muzaniyatun Niswah, M.Si., sekaligus Direktur Riset WaCIDS. Program intensif selama tiga bulan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peneliti wakaf di Indonesia agar mampu menghasilkan artikel dari riset berkualitas, yang bermanfaat bagi perkembangan wakaf.

Dalam rangkaian programnya, WaCIDS Academy 2026 menghadirkan empat learning sessions yang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan riset wakaf, dilengkapi dengan coaching clinic untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif dalam proses penyusunan manuskrip. Rangkaian program kemudian akan dilanjutkan dengan research symposium sebagai ruang untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil riset peserta.

Sesi pertama learning session menghadirkan Prof. Raditya Sukmana, M.A dengan topik Academic Journals and Publication Strategy. Beliau menekankan bahwa penelitian berkualitas dimulai dari ide yang kuat dan solutif terhadap masalah yang ada. Ide penelitian dapat ditemukan melalui interaksi dengan praktisi atau meninjau dokumen kredibel dari lembaga. Selain itu, peneliti harus memilih topik yang memiliki dampak luas (impactful) dan menawarkan kebaruan dibandingkan penelitian sebelumnya, misalnya dengan memberikan rekomendasi spesifik bagi pemerintah.

Proses publikasi meliputi pencarian ide, studi literatur untuk mengevaluasi gap penelitian, diskusi dengan mentor, hingga pemilihan jurnal target yang tepat. Judul artikel harus dibuat menarik (eye-catching) agar lolos tahap filter awal oleh editor jurnal. Beliau menyarankan agar peneliti tidak ragu menargetkan jurnal bereputasi tinggi (Q1 atau Q2) sejak awal, sehingga memicu peneliti untuk menghasilkan artikel yang berkualitas.

Selanjutnya, sesi kedua learning session membahas tentang Academic Writing. Dr. Aam Rusdiana membagikan teknik praktis untuk menyusun artikel ilmiah yang sistematis dan menarik bagi reviewer. Beliau menyampaikan pentingnya membangun kebiasaan menulis secara konsisten bagi peneliti, setidaknya satu paragraf setiap hari menggunakan kerangka OPRK (Objective, Point, Reasoning, Example, Conclusion).

Dr. Aam juga menekankan beberapa komponen kunci dari suatu artikel, seperti pentingnya mensitasi artikel dari jurnal target atau pakar di bidang terkait secara relevan dan jurnal bereputasi untuk meningkatkan peluang penerimaan. Kualitas referensi artikel yang disitasi turut menentukan kualitas tulisan yang dibuat. Selain itu, struktur yang kuat seperti bab metodologi harus dikuasai dengan baik (kuantitatif maupun kualitatif), sementara bagian diskusi harus mampu menjelaskan logika di balik temuan ("mengapa" hasil tersebut muncul). Beliau juga menyarankan agar penulis artikel segera merespons komentar reviewer tanpa menunda hingga tenggat waktu, guna menjaga momentum penilaian yang positif dari reviewer.

Kegiatan perdana ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa yang tersebar dari berbagai lembaga di Indonesia. Melalui pendampingan intensif ini, WaCIDS berharap dapat mendorong inovasi wakaf di Indonesia yang didukung oleh basis keilmuan yang kuat melalui publikasi ilmiah internasional.