Oleh Tim WaCIDS, Dibuat tanggal 2025-09-17
Ahad, 24 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Milad ke-7, Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS) menyelenggarakan Talk Show Wakaf 101 dengan tema “Peran Perempuan dalam Pemberdayaan Wakaf”. Acara ini menghadirkan dua tokoh penting di bidang wakaf, yaitu Drh. Emmy Hamidiyah, M.Si., Ph.D. (Wakil Sekretaris Badan Wakaf Indonesia/BWI) dan Bannasari, S.Ag. (Direktur Wakaf Orbit Adara Relief Internasional). Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu oleh Rahmawati Apriliani, M.Si., selaku Direktur Eksekutif WaCIDS.
Drh. Emmy Hamidiyah menjelaskan bahwa wakaf telah menjadi bagian penting dari tradisi Islam sejak masa Rasulullah SAW. “Sejatinya, wakaf adalah bentuk infaq berkelanjutan. Rasulullah SAW bahkan mencontohkan dengan mewakafkan kekayaan demi kepentingan umat. Menariknya, sejak awal banyak perempuan yang turut berwakaf, seperti Aisyah dan Asma. Hal ini juga berlanjut pada masa Abbasiyah, perempuan tercatat mewakafkan hingga 25% dari kekayaannya untuk pendidikan dan ekonomi umat,” jelasnya.
Bannasari menyoroti peran lembaganya, Orbit Adara, dalam mengembangkan program wakaf yang berfokus pada perempuan dan anak. Beberapa inisiatif yang dijalankan meliputi Anak Indonesia Qur’an untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an dengan jiwa kepemimpinan, Hadiah untuk Guru sebagai apresiasi bagi tenaga pendidik, serta Sahabat Ibu yang memberikan dukungan kepada ibu tunggal maupun perempuan dengan disabilitas. Ia menambahkan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia dapat mencapai Rp181 triliun. “Jika dikelola dengan tepat, wakaf bisa menjadi instrumen sosial-ekonomi yang mendorong kesejahteraan masyarakat, sekaligus menguatkan peran perempuan dalam membangun bangsa,” ujarnya.
Kedua narasumber sepakat bahwa perempuan masih kurang terwakili dalam posisi strategis sebagai nazhir. Padahal, perempuan memiliki keunggulan manajerial seperti multitasking, empati tinggi, serta ketelitian dalam pengambilan keputusan. “Yang kita butuhkan adalah peningkatan kapasitas, pelatihan, serta sertifikasi agar perempuan bisa lebih kuat dalam mengelola wakaf produktif,” tegas Emmy. Bannasari menambahkan, “Menguatkan perempuan sejatinya adalah menguatkan umat. Dengan kapasitas yang memadai, perempuan bisa menjadi motor penggerak pengelolaan wakaf yang amanah, profesional, dan berdampak luas.”
WaCIDS sejak awal berdiri berkomitmen untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Perempuan adalah kunci dalam ekosistem ini, karena mereka bukan hanya sebagai wakif, tetapi juga potensial menjadi nazhir yang kompeten dan visioner. Harapan kami, forum ini dapat mendorong lahirnya kolaborasi baru dan meningkatkan literasi wakaf di kalangan masyarakat luas. Talk Show Wakaf 101 ini menjadi bagian dari komitmen WaCIDS dalam menghadirkan literasi, kolaborasi, dan inovasi untuk pengembangan wakaf di Indonesia. Dengan melibatkan perempuan secara aktif, WaCIDS percaya bahwa wakaf dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun peradaban bangsa.
Oleh: Lea Fathra & Rifka Aulia
Kutip artikel ini: Fathra, L. & Aulia, R. (17 September 2025). TALK SHOW WAKAF 101: “Peran Perempuan dalam Pemberdayaan Wakaf”: https://wacids.org/detailberita/91/2025-09-17/TALK-SHOW-WAKAF-101%3A--%E2%80%9CPeran-Perempuan-dalam-Pemberdayaan-Wakaf%E2%80%9D